Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Saturday, September 14, 2013

Gunung Sinabung Meletus, Status Jadi Siaga

Bigberita - Gunungi Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus. Tinggi letusan tidak terlalu tinggi. Letusan memuntahkan abu vulkanik dan beberapa batu kecil yang melanda desa-desa sekitarnya.

Terlihat adanya api di puncak kawah, Minggu (25/9/2013) pukul 02.45 WIB.
"Asap tebal hitam yang membawa abu keluar dari kawah Sinabung. Dari parameter kegunungapian yang dipantau Pos Gunung Api Sinabung tercatat 255 gempa vulkanik dalam, 16 kali gempa hembusan, 5 gempa tektonik local, 24 gempa tektonik jauh, dan tremor 15 mm," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com.



Terkait dengan meningkatnya aktivitas Gunungapi Sinabung ini, PVMBG Badan Geologi telah meningkatkan statusnya dari Waspada (level II) menjadi Siaga (Level III) terhitung mulai Minggu pukul 03.00 WIB. Rekomendasinya, tidak ada aktivitas di radius 3 km dari kawah.
Masyarakat di Desa Sukameriah yang berada di dalam radius 3 km dan berada di bukaan kawah diungsikan terlebih dulu.

Menurut Sutopo, masyarakat di Desa Sukameriah dan Desa Kutarayat telah melakukan evakuasi mandiri ketika mereka mendengar gemuruh dan letusan Gunung Sinabung. Mereka mengungsi ke Kabanjahe, ibukota Kabupten Karo.
Pengungsi ditempatkan di gedung dan jambur-jambur sekitar Kantor Bupati Karo. "Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan," ujar Sutopo. 
 
 
dikutip dari liputan6.com

Saturday, September 7, 2013

Ahmad Dhani: Dul Masih Trauma, Kaki Kanan Patah

Bigberita - Ahmad Dhani mendatangi Rumah Sakit Melia Depok, Jawa Barat, usai mengetahui anak bungsunya, Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul dilarikan ke rumah sakit tersebut akibat kecelakaan yang terjadi di KM 82.000 tol Jagorawi Minggu (8/9/2013) dini hari.
 
Ahmad Dhani mengatakan, kini kondisi anaknya pascakecelakaan itu masih mengalami trauma. Dul juga diungkapkan Dhani mengalami patah kaki di sebelah kanan dan memar di bagian kepala.
"Dul masih trauma, kaki Dul sebelah kanan patah. Ada memar juga di kepalanya," kata Ahmad Dhani di RS Melia Depok, Jawa Barat.


Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Jagorawi itu menyebabkan 5 orang tewas dan belasan orang lainnya luka-luka. Salah satu korban luka diketahui anak dari musisi Ahmad Dhani yakni Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul.

Hal itu disampaikan petugas registrasi pendaftaran pasien Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Melia Depok, Jawa Barat saat dihubungi Liputan6.com.
"Iya betul, salah satu korban luka-luka adalah anak Ahmad Dhani yakni Dul. Dia masuk ke UGD RS Melia Depok sekitar pukul 01.30 WIB," kata Faisal.
 
 
dikutip dari liputan6.com

Polisi Benarkan Dul Ahmad Dhani Korban Kecelakaan Maut Jagorawi

Bigberita - Kepolisian membenarkan bahwa salah satu korban kecelakaan beruntun di KM 82.000 Tol Jagorawi yang melibatkan 3 mobil merupakan anak dari musisi Ahmad Dhani yakni Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul. Kecelakaan itu terjadi pada Minggu (8/9/2013) dini hari.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Induk Petugas Jalan Raya Jagorawi, Kompol Joko Adi. Menurut Joko, anak ketiga Ahmad Dhani itu sedang mengendarai sebuah mobil Mistubhisi Lancer Evo (sebelumnya ditulis Vios) berwarna hitam bernomor polisi B 80 SAL bersama rekannya yang berinisial N.
"Dua korban penumpang Evo atas nama N dan AQI. Sekarang telah dibawa di Rumah Sakit Melia Depok," kata Joko Adi ketika di lokasi kejadian.



Hingga saat ini, pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab dari kecelakaan tersebut. Lanjut Joko, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas insiden yang menewaskan 5 orang dan 8 orang kritis itu.

"Untuk dugaan masih dalam penyelidikan apakah kondisi mengantuk atau ban pecah belum diketahui mengingat kondisi tempat penyelidikan perkara masih gelap," tambah Joko.
Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun Bigberita, saat ini Ahmad Dhani dan mantan istrinya Maia Estianty telah mendatangi Rumah Sakit Melia Depok, Jawa Barat, untuk menjenguk anak bungsunya itu. Rencananya kedatangan kedua orangtua Dul itu untuk memindahkan Dul ke rumah sakit lainnya.


dikutip dari liputan6.com

Monday, September 2, 2013

Jokowi Terancam Di Bunuh

Jokowi - Makin melesatnya elektabilitas Jokowi sebagai Capres 2014 paling dirindukan masyarakat, meletupkan serangan Partai Demokrat (PD) yang gagal menggaet melalui konvensi Capres. Jokowi bahkan rentan dibunuh lawan-lawan politiknya yang haus kekuasaan, menjelang Pemilu.

Peringatan potensi maut dikemukakan Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang. Ia menyarankan kader PDIP yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta itu, tepat memilih strategi menyikapi hasil-hasil survei yang semuanya menempatkan elektabilitas dirinya di puncak.



"Apabila salah, keselamatan nyawanya bisa sangat terancam," tegas Sebastian Salang di Jakarta, Selasa (27/8). Sebastian yang juga dikenal sebagai pengamat Tata Hukum Negara ini menjelaskan, pembunuhan terhadap Jokowi sangat dimungkinkan.

"Apabila ada perasaan dikhianati, tindakan politik balas dendam, ini risikonya bisa kematian. Politik bisa menggunakan banyak cara untuk itu," tandasnya. Parapihak yang menjadikan Jokowi sebagai lawan politik, potensial melakukan cara-cara kotor.

Penegasan Sebastian ini dikemukakan, menyusul makin menguatnya dukungan masyarakat dari berbagai pelosok Indonesia. Sejak Februari hingga Agustus ini, semua lembaga survei mencatat elektabilitas dan popularitas mantan wali kota Solo yang tak tertandingi lagi oleh tokoh-tokoh nasional yang ada.

Elektabilitas Jokowi bahkan melampaui pimpinan partainya sendiri, Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDIP), dan Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra yang mengusungnya menjadi Gubernur DKI Jakarta tahun lalu.

Survei teranyar dicatat Forum Akademisi Informasi Teknologi. Ketua Forum Akademisi IT, Hotland Sitorus yang menggelar diskusi Membaca Kehendak Rakyat di kawasan SCBD Tangerang kemarin, mengungkapkan, hasil survei yang dilaksanakan mencatat posisi Jokowi sebagai Capres tak tertandingi lagi.

Survei terhadap 2.000 responden yang punya hak pilih di 34 provinsi itu dilaksanakan 1-20 Agustus 2013. Metodenya, stratified random sampling dengan margin eror 2,5 persen. Teknik pengumpulan data, wawancara langsung.

Hasilnya, Jokowi meraih suara 41 persen, disusul Probowo Subianto 12 persen, dan Megawati Soekarnoputri 9 persen. "Jadi, apabila Pemilu digelar sekarang, Jokowi kemungkinan terpilih sebagai presiden," kata Holtand Sitorus.

Capres Golkar Aburizal Bakrie (Ical) hanya meraih 6 persen, Jusuf Kalla 5 persen, Wiranto 3 persen, Hatta Rajasa 2 persen, Dahlan Iskan 1 persen, dan Mahfud MD juga 1 persen.
 
 

Survei Capres 2014 Terbaru: Jokowi No.1 Lagi

Joko Widodo kembali unggul dalam hasil survey calon presiden 2014. Dalam survei nasional elektabilitas calon presiden yang digelar Lembaga Klimatologi Politik (LKP), seperlima responden memilih Jokowi ketimbang calon lain. 

"Dalam survei LKP kali ini, Gubernur DKI Jakarta tetap menjadi capres terfavorit pilihan publik. Sebanyak 19,6 persen publik mengaku akan memilih Jokowi sebagai presiden, jika pilpres dilaksanakan hari ini," ujar Direktur Lembaga Klimatologi Politik Usman Rachman, Senin, 3 September 2013.
Di urutan selanjutnya ada Wiranto dengan 18,5 persen, Prabowo Subianto (15,4), Jusuf Kalla (7,6), Aburizal Bakrie (7,3 persen), dan Megawati (6,1). Berikutnya, Dahlan Iskan (3,4), Rhoma Irama (3,4), Mahfud Md. (3,3), Hatta Rajasa (2,5), dan Surya Paloh (2,4). Tokoh lainnya 1,3 persen. Sebanyak 9,2 persen responden mengaku belum punya pilihan. 



Menurut Usman, dari survei calon berpasangan, Jokowi juga unggul. Jokowi yang dipasangkan dengan Megawati ini meraih hasil 30,7 persen. Disusul Wiranto dan Harry Tanoesudibyo (30,4), Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (19,8), dan Aburizal Bakrie-Pramono Edie Wibowo (6,9). Sisanya sebanyak 12,2 persen responden belum menentukan pilihan. 

Usman mengatakan, survei dilaksanakan pada 12-18 Agustus di 33 provinsi. Populasi survei ini adalah seluruh calon pemilih dalam pemilu 2014. Jumlah sampel 450 responden. Sampel diperoleh melalui teknik pengambilan secara berjenjang atau multistage random sampling.
Margin error sebesar 4,6 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara via telepon.

Friday, August 16, 2013

PNS Kecewa Gaji Naik Hanya 6%

Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) kecewa mendengar gaji mereka hanya naik 6 persen pada 2014.
Mereka protes dengan melontarkan nada sumbang di sela-sela  Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Medan dalam rangka mendengar pidato kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT ke-68 RI, di Ball Room Grand Aston Medan, Jumat (16/8/2013). 

"Pemerintah merencanakan penyesuaian gaji pokok PNS serta anggota TNI dan Polri sebesar 6 persen, dan pensiun pokok sebesar 4 persen untuk mengantisipasi laju inflasi," kata Presiden SBY dalam nota keuangan Rancangan APBN 2014 yang disiarkan langsung dari Gedung DPD/DPR/MPR RI Jakarta, Jumat (16/8).



Menurut PNS Pemko Medan, tahun ini kenaikan gaji PNS/TNI/Polri sampai 7 persen.
"Kalau tahun ini 6 persen, selanjutnya 5 persen, dan akhirnya tidak ada lagi," kata mereka menggerutu. Mereka menegaskan kenaikan gaji 6 persen pada tahun depan tidak sesuai dengan keinginan.
Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Medan dalam rangka mendengar pidato kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT ke-68 RI, terlihat sepi. Hampir separuh tempat duduk yang disediakan tidak terisi. Bahkan, sebagian kursi para anggota DPRD ada yang kosong. Sidang dibuka oleh Ketua DPRD Medan Amiruddin didampingi Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Dzulmi Eldin.

Dalam pidatonya, SBY mengatakan rencana kenaikan gaji seiring dengan upaya untuk terus meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pada tahun 2014, Pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan aparatur negara, baik PNS maupun TNI dan Polri, serta para pensiunannya.
 "Pemerintah Insya Allah juga akan mempertahankan pemberian gaji dan pensiun bulan ke-13, yang kita bayarkan pada pertengahan tahun anggaran," kata SBY.
Dengan kebijakan itu, pelaksanaan program reformasi birokrasi dalam RAPBN tahun 2014, alokasi anggaran belanja pegawai kita rencanakan sebesar Rp 276,7 triliun. Angka ini meningkat 18,8 persen dari belanja pegawai dalam APBNP tahun 2013.

Anggaran belanja non kementerian dan lembaga dalam RAPBN tahun 2014 yang direncanakan sebesar Rp 636,4 triliun dialokasikan antara lain untuk belanja subsidi dan pembayaran bunga utang. Anggaran belanja subsidi direncanakan sebesar  Rp 336,2 triliun, yang berarti turun sekitar 3,4 persen dari anggaran belanja subsidi dalam APBNP tahun 2013.

"Anggaran sebesar itu kita alokasikan untuk subsidi energi dan non-energi, yang mencakup berbagai subsidi pangan, pupuk dan benih," kata SBY.

Kalangan DPR RI menilai rencana kenaikan gaji PNS dan TNI/Polri tahun 2014  sebesar sebesar 6 persen  cukup relevan karena target inflasi di tahun 2013 ini sebesar 6,8 persen.

"Artinya dibanding inflasi yang berlaku kenaikan gaji itu masih belum mempertahankan daya beli PNS secara rata-rata. Harusnya dibuat stratifikasi, bahkan bisa artinya daya beli PNS dan TNI/Polri  diperburuk dengan tingginya inflasi aktual yang diperkirakan di atas 7 persen tahun 2013," kata  Wakil Ketua Komisi XI (Komisi Keuangan) DPR RI, Harry Azhar Azis, di gedung DPR/MPR RI.
Menurut politisi Partai Golkar ini harus menjadi benchmark agar inflasi aktual menjadi dasar otomatis kenaikan gaji PNS  dan TNI/Polri tetapi juga pekerja/buruh swasta harus diperhitungkan.

"Saya akan usulkan agar stratifikasi dilakukan dalam kenaikan  gaji seperti PNS golongan III kebawah harusnya 6-10 persen sehingga makin rendah golongan PNS makin tinggi kenaikan gajinya sampai dengan 10 persen. Sedangkan untuk PNS golongan III ke atas antara 2-6 persen," kata  Harry.
Dengan demikian, lanjut dia, makin tinggi golongan dan eselon PNS makin kecil kenaikan gajinya. Ini disebabkan rata-rata penerimaan take home pay pegawai tinggi sudah jauh melebihi garis kecukupan hidup.

"Dan beban anggaran pegawai yang naik menjadi Rp 276 triliun di tahun 2014 dari Rp 241 triliun  di APBNP- 2014," kata Harry.

Dijelaskan kenaikan gaji ini bisa dipandang sebagai cara Presiden meningkatkan citra di tahun pemilu 2014, walaupun secara rasional, menurut Harry, wajar untuk menjaga ketahanan kesejahteraan PNS.
"Yang harus dipikirkan adalah kesenjangan gaji antara PNS dengan pegawai swasta semakin besar. Karena itu maka harus dibuat regulasi dibidang ketenagakerjaan yang mampu mempersempit kesenjangan tersebut," kata Harry.

Tuesday, August 13, 2013

Misteri hubungan asmara dan dendam Sisca dengan polisi

Tertangkapnya dua pelaku pembunuhan terhadap Sisca Yofie masih menyisakan sejumlah misteri. Pengakuan pelaku Wawan dan Ade yang hanya menjambret terkesan janggal. Terlebih belakangan terungkap jika Sisca memiliki dendam dengan seorang anggota polisi.

Sejauh ini memang belum ada indikasi keterlibatan polisi tersebut pembunuhan Branch Manager PT Verena Multi Finance. Namun, dari sejumlah barang bukti yang ditemukan menunjukan jika keduanya memang memiliki hubungan spesial.



Melalui surat yang ditemukan di kamar kosnya, Sisca membeberkan kekesalan dan kebencian pada polisi yang belum diketahui identitasnya itu. Kini, polisi itu tengah diperiksa oleh Divisi Propam Polda Jawa Barat.

"Semua mentok. Indikasi hubungan memang ada. Ada dalam catatan itu lengkap dengan fotonya. Dalam surat itu isinya memang kebencian almarhum kepada yang bersangkutan, bukan yang bersangkutan kepada almarhum," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Sutarno.

Polisi sendiri hingga kini masih belum dapat menyimpulkan sejauh mana hubungan keduanya. Perihal kebencian Sisca pada polisi itu juga terus didalami. "Jadi memang ada keluhan-keluhan si korban diperlakukan tidak baik oleh si oknum ini. Sisca marah, mencaci maki kepada si orang ini," katanya.

Kini, polisi sudah menangkap Ade dan Wawan. Pengungkapan kasus tersebut berawal dari menyerahkan dirinya Ade kepada Polsek Sukajadi, Sabtu (10/8) kemudian dikembangkan hingga berhasil menangkap Wawan di daerah Ciranjang, Cianjur tanpa perlawanan.

Pelaku mengaku sejak awal hanya berniat menjambret, tapi kala itu Sisca melawan. Lalu, wanita jebolan Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung ini terjatuh dan rambut panjangnya tersangkut ke gir motor. Nasib Sisca pun tragis, terseret pelaku yang panik.

Hingga kini teka-teki tewasnya Sisca memang masih bias. Para tersangka mengakui bahwa hal tersebut murni ketidaksengajaan ketika hendak menjambret tas korban. Spekulasi muncul dendam ketika polisi menyelidiki facebook milik Sisca.Sumber: Merdeka.com

Monday, July 29, 2013

Dukun Jagal Pengganda Uang dari Lereng Sumbing

Sosoknya dikenal sejak ia tewas bersama Koordinator Tim Direktorat reserse Kirminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Tengah Ajun Komisaris Yahya R Lihu, 51 tahun. Keduanya tewas jatuh di jurang sedalam 150 meter di Dusun Petung, Ngemplak, Windusari, Magelang, Jawa Tengah. Semula dia dikenal sebagai dukun pengganda uang dari lereng Sumbing. Namanya Muhyaro, 41 tahun. 

Dusun Petung adalah desa terakhir di Kabupaten Magelang. Lokasinya berada kurang lebih 3 km dari puncak Gunung Sumbing. Kini di daerahnya itu, sang dukun tenar pula karena dugaan menjadi seorang jagal. Korbannya Yolanda Rifan, dosen Arsitektur FT Undip, sekaligus putra guru besar FH Undip Prof Dr Barda Nawawi SH. Yolanda dikubur di area perkebunan loncang lereng Gunung Sumbing bersama dua jenazah lain. Sampai kini dua jenazah lain masih belum diketahui. Ketiganya diduga dibunuh lantaran kasus penggandaan uang. (Baca: Jatuh ke Jurang Terborgol Bersama Polisi)



Soal pribadi, Muhyaro tak diketahui secara lengkap. Muhyaro merupakan tahanan Kepolisian Jawa Tengah. Namun, berdasarkan informasi dari warga sekitar, Muhyaro dikenal sebagai dukun sakti. Dia disebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
Keseharian Muhyaro bekerja sebagai petani. Cukup kaya. Lantaran dia memiliki ladang luas di lereng Gunung Sumbing. Muhyaro juga dikenal sebagai sosok taat beribadah. 

Muhyaro diketahui memiliki dua istri dan empat anak. Istri pertama bernama Sukam memiliki tiga orang anak. Istri kedua bernama Sri dan memiliki seorang anak yang masih berusia sekitar dua bulan.
Setiap malam, Muhyaro banyak didatangi tamu. Warga tak mengetahui tamu Muhyaro. Saat tamu tiba, warga biasanya sudah terlelap.  
Berdasarkan catatan hukumnya, pada tahun 2002, Muharyo pernah terlibat kasus pencurian sapi. Delapan tahun kemudian, dia terlibat kasus uang palsu. Ia pernah dimusyawarahkan warga karena mencuri kambing tetangga. 

Kedok Muhyaro mulai terbongkar ketika ia menjatuhkan diri di jurang lereng Sumbing bersama Ajun Komisaris Yahya R Lihu, warga Banyumanik. Muhyaro Kamis, 25 Juli 2013, diminta menunjukkan kuburan Yolanda. Saat itu, tangan Munjaroh terkait di tangan Ajun Komisaris Yahya. Keduanya tewas bersamaan.

SBY Disadap, Sulit Bagi Indonesia Dapatkan Informasi

Pemerintah Indonesia diprediksi bakal sulit mendapatkan konfirmasi penyadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), baik dari Pemerintah Inggris maupun Australia.
Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional FHUI, mengatakan kegiatan penyadapan meski kerap dilakukan merupakan kegiatan intelijen yang tidak mungkin dikonfirmasi atau dibenarkan oleh pihak yang melakukannya.

"Terlebih lagi, tindakan penyadapan oleh suatu negara terhadap negara lain merupakan pelanggaran hukum internasional dan tata krama hubungan antar negara," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (30/7/2013).



Menurut Himahanto, hal ini berarti pengakuan dari negara yang melakukan penyadapan berarti pengakuan dari negara tersebut telah melakukan pelanggaran hukum internasional dan memunculkan saling curiga.

Saling curiga tentu tidak dapat menjadi dasar yang melandasi hubungan Indonesia dengan negara sahabatnya. Berita penyadapan di masa yang akan datang akan bermunculan. Ini karena banyak orang yang bekerja di dunia intelijen mulai membuka mulut dan mengungkap praktek kotor negaranya, seperti yang dilakukan oleh Edward Snowden.

"Bahkan orang yang memiliki akses atas informasi-informasi rahasia negara akan mengungkap secara terbuka melalui internet seperti yang dilakukan oleh Julian Assange," katanya.

3.200 Personel Gabungan Ikuti Apel Operasi Ketupat

Sebanyak 3.200 personel yang terdiri atas gabungan TNI, Polri, Damkar dan tim kesehatan mengikuti apel pasukan Operasi Ketupat 2013 yang digelar di Monas, Jakarta, Selasa.

"Seluruh pasukan yang apel ini jumlahnya 3.200 terdiri atas gabungan TNI-Polri, damkar, kesehatan dan beberapa elemen lainnya yang nanti akan membantu Operasi Ketupat Jaya 2013," kata Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di sela-sela Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat dalam rangka Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1434 H.

Sementara seluruh personel gabungan dan Satpol PP yang akan disiagakan di seluruh Indonesia untuk pengamanan arus mudik Lebaran mencapai lebih dari 150 ribu petugas. 



Menurut dia, para personel tersebut akan langsung menempati pos pengamanannya masing-masing pada 1 Agustus 2013 karena Operasi Ketupat akan dimulai pada 2 Agustus hingga 16 Agustus 2013.
Dikatakannya, Polda Metro Jaya menyiapkan 14 posko di berbagai polres dan 111 pos pengamanan yang ditempatkan di terminal, bandara, stasiun kereta api dan di perbatasan Polda Banten serta Polda Jawa Barat untuk pengamanan selama arus mudik.

"Karena Polda Metro Jaya berbeda dengan polda lainnya karena kita akan ditinggalkan penghuninya yang pulang ke kampung masing-masing, kami menjaga rumah kosong yang ditinggalkan," katanya.
Dia menambahkan bahwa beberapa tempat yang menjadi fokus pengamanan oleh Polda Metro Jaya selama arus mudik berlangsung yakni rumah kosong, pusat rekreasi, pusat perbelanjaan dan pusat hiburan.

Sementara jumlah personel Polda Metro Jaya yang dikerahkan untuk membantu pengamanan dan mengatasi kemacetan di wilayah jalur Pantura yakni sebanyak 250 personel yang dikoordinasikan oleh pihak Mabes Polri.

Sementara Mabes Polri akan menerjunkan lebih dari enam ribu personel tambahan untuk membantu mengamankan dan mengatur lalu lintas jalur Pantura terutama antara Cikopo (Cikampek) hingga Losari (Cirebon).(rr)

Telkom Luncurkan Indi Home

PT Pelekomunikasi Indonesia (Telkom) meluncurkan produk terbaru, Indonesia digital home (Indi Home). Produk ini menyatukan tiga produk skaligus meliputi layanan telefon, speedy dan pay TV berbasis sambungan optic (fiber to the home).

“Di dalamnya pembayaran satu paket antara layanan siaran televisi dengan ratusan channel, pembayaran telepon rumah tariff dasar dan layanan internet mulai dari 512 KBPS unlimited dengan harga paket Rp 125 ribu per bulan. Ini jauh lebih hemat karena hanya menggunakan satu produk bisa dapat tiga keutamaan sekaligus,” kata General Manager PT Telkom Sulsel, Firmansyah, pada jumpa pers di kantornya Jl AP Pettarani Makassar, Senin (29/7).



Sementara paket pembayaran terbesar yakni Rp 3 juta dengan kapasitas  telefon dasar, channel lebih banyak dan kapasitas internet 10 megabyte.
Selain itu, layanan tersebut juga menyediakan layanan karaoke, radio, serta sialan ulang televise pause and rewind.

“Masyarakat bisa kembali menyaksikan siaran televisi yang sebelumnya sudah ditayangkan dan pelanggan tidak sempat menyaksikan bisa langsung ditonton kembali dengan program pause and rewind. Jika sebelumnya layana USeeTV hanya bisa menayangkan hingga tiga hari yang lalu, Indo Home dapat menyaksikan siaran hingga tujuh hari sebelumnya,” jelas Firman.
Rencananya, produk tersebut akan diluncurkan dan dipasarkan setelah lebaran dengan target 500 pelanggan pertama hingga akhir tahun.

“Yang vital adalah layanan optic harus tersebar di seluruh daerah terlebih dahulu karena landasan penyebarannya menggunakan optic. Untuk itu kami target setelah lebaran pemasangan jaringa optic rampung,” katanya

Jaringan optic akan di pusatkan di tiga titik di Makassar yakni di Kawasan Industri Makassar, Balaikota, dan Mattoangin dengan kapasitas 18 ribu line. (Rasni Gani)

Din Syamsuddin: Warga Muhammadiyah Lebaran pada 8 Agustus 2013

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan, warga Muhammadiyah akan merayakan hari raya Idul Fitri 1434H, pada 8 Agustus 2013.
Hal itu didasarkan pada ketetapan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah.

"Muhammadiyah melalui keputusan Majelis Tajrih sudah menetapkan Idul Fitri 1434H akan jatuh pada 8 Agustus mendatang," kata Din di Gedung PP Muhammadiyah, Senin (29/7/2013).
Din menuturkan, penetapan 8 Agustus 2013 sebagai hari raya Idul Fitri karena pada 7 Agustus 2013 sudah terjadi konjungsi matahari, bumi dan bulan pada satu garis lurus.

"Apabila dengan ketinggian cukup diatas 3 derajat, sudah bisa diperhitungkan secara ilmiah maka kami berkeyakinan 7 Agustus hilal syawal sudah ada," ujarnya.

Mengenai terjadi perbedaan pendapat penetapan hari raya Idul Fitri, terutama dengan pemerintah atau yang lainnya, Din meminta hal itu harus toleransi. Bila pemerintah harus melihat hilal dan jika hilal belum terlihat pada 7 Agustus 2013, tentunya akan menambah puasa.
"Dengan perbedaan itu Insha Allah Ukhuwah tetap terjaga," tuturnya.

Monday, July 22, 2013

Bank Mandiri Sediakan Rp 43,42 Triliun Uang Tunai Hadapi Lebaran

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyatakan kesiapannya untuk menyediakan uang tunai untuk menghadapi musim lebaran di bulan Agustus. Tak tanggung-tanggung, Mandiri telah menambah pasokan uang tunai mulai dari 8 Juli 2013 dengan total yang dianggar hingga tujuh hari setelah lebaran (H+7) sebesar Rp 43,42 Triliun.

"Total kebutuhan uang di seluruh jaringan dan ATM di seluruh Indonesia Rp 43,42 trilun. Ini ada kenaikan 36,19% dari tahun lalu Rp 31,88 triliun," ungkap salah satu Direktur Bank Mandiri, Herry Gunardi di Jakarta yang ditulis Kamis (18/7/2013).



Penyaluran uang tunai ini dilakukan secara bertahap dimana mendekati hari lebaran jumlah distribusi uang tunai akan ditingkatkan jumlahnya.

"Kebutuhan itu untuk 8 Juli hingga 12 Agustus 2013. Uang ini untuk mengisi ATM hingga H-14 sebesar Rp 1,2 trilun per hari dan H-14 sampai H+7 ditingkatkan menjadi Rp 1,5 triliun hingga Rp 1,8 trilun," jelas Direktur yang juga membawahi sektor micro and retail banking ini.

Selain itu dalam persiapan lebaran Bank Mandiri juga membentuk satu team khusus yang dinamakan Team Piket ATM yang akan stand by selama 24 jam yang terdiri dari pihak internal Bank Mandiri dan mitra kerjanya.

"Kami juga menyiapkan satu mobil khusus, yang beroperasi 8 Juli-22 Agustus, sekarang di Monas. Jadi kalau mau tukar uang pecahan mobil stand by di sana," jelasnya.

Sunday, July 21, 2013

Buruh Ancam Demo Besar Tolak Iuran Jaminan Sosial Rp 19.000

Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) mengancam akan melakukan perlawanan hukum terkait keputusan besaran Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp 19.225.  

KAJS menilai keputusan yang keluar dari hasil rapat pemerintah dipimpin Wakil Presiden RI Boediono tersebut telah bertentangan dengan konstitusi.
"(Kami) akan melakukan aksi besar-besaran agar pemerintah menjalankan jaminan kesehatan sesuai perintah konstitusi," kata Sekretaris Jenderal KAJS yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/7/2013). 



Iqbal menjelaskan, jumlah peserta PBI yang ditetapkan pemerintah sebanyak 86,4 juta orang seharusnya diubah menjadi 156 juta orang. Jumlah itu berasal dari 96,7 juta orang miskin dan tidak mampu berdasarkan data PNP2K dan DJSN, ditambah 45,5 juta orang peserta Jamkesda dan buruh yang berpenghasilan upah minimum.
"Peserta Jamkesda wajib diintegrasikan kedalam peserta BPJS kesehatan, tidak boleh terpisah," ujar Iqbal.

KAJS juga menuntut iuran PBI sebesar Rp 22.500 bukan Rp.19.000 serta pemerintah tidak bisa lagi menggunakan alasan ketidakmampuan fiskal untuk mengurangi nilai iuran karena akan berimplikasi terhadap kualitas pelayanan kesehatan. 

Bahkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta nilai iuran sebesar Rp. 60.000 perorang. Nilai iuran Rp. 19.000 ini pun menunjukan inkonsistensi pemerintah karena pada saat bersamaan pemerintah menetapkan iuran jaminan kesehatan untuk buruh dan pengusaha sebesar 5% dari upah yaitu kira-kira sebesar Rp.60.000 perorang (memakai UMP Jabodetabek).
"Jadi sikap pemerintah ini hanya ingin menarik dana masyarakat tapi melepaskan tangung jawab negara," jelas Iqbal.

8.645 Personel Polda Metro Amankan Operasi Ketupat

Polda Metro Jaya bersama jajaran mengerahkan 8.645 personel gabungan guna mengamankan arus mudik dan balik pada Operasi Ketupat 2013.

"(Pengamanan) diharapkan agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan tertib," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Minggu.
Rikwanto mengatakan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya akan berlangsung sejak 2--5 Agustus 2013 dalam rangka mengamankan perayaan Idulfitri. 



Berdasarkan perincian, Polda Metro Jaya mengerahkan 3.276 personel, Satuan Polres Metro/Kota (4.724 personel), TNI dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta (645 personel).
Rikwanto menyebutkan Operasi Ketupat Jaya juga menyasar pengamanan rumah kosong yang ditinggal mudik penghuninya, pengamanan tempat ibadah, pusat perbelanjaan, tempat wisata, dan objek vital lainnya.

Sebelum pelaksanakan operasi ketupat, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Cipta Kondisi dan Patuh Jaya dalam rangka mengamankan perayaan Ramadan dan jelang Idulfitri.
Operasi Cipta Kondisi sebagai antisipasi tindak kejahatan yang cenderung meningkat saat Ramadan dan jelang Lebaran. (ar)

Sosialisasi Uang Palsu, BI Libatkan Guru

Bank Indonesia (BI) terus melakukan sosialisasi uang palsu agar masyarakat terhindar dari tindakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Demikian dikatakan Manajer Operasional Kas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara (Sulut), Teguh Dwi Prasetya belum lama ini.
"Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka lebih mengetahui ciri uang palsu," katanya, Minggu (21/7/2013).



Prasetya menambahkan, selain melalui perbankan saat ini sosialisasi juga dilakukan dengan melibatkan tenaga pengajar, dalam hal ini adalah para guru, karena peran guru sangat penting untuk memberikan penjelasan kepada anak sekolah mengenai uang palsu, sehingga sejak kecil masyarakat sudah bisa membedakan antara uang palsu dan uang asli. 

"Ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran uang palsu di daerah," katanya.
Selain itu, dengan dilakukannya sosialisasi melalui guru diharapkan mampu menjangkau hingga pelosok daerah dalam melakukan penerangan kepada masyarakat mengenai uang palsu tersebut. Sebab di pelosok daerah tidak tertutup kemungkinan ada peredaran uang palsu.

Cara membedakan uang asli dan palsu paling efektif saat ini dengan 3D, yaitu dilihat, diraba dan diterawang. Dengan demikian diharapkan masyarakat dapat terhindar dari uang palsu.
Sampai dengan saat ini jumlah uang palsu yang beredar di Sulut masih kecil dibandingkan dengan daerah lain.

BNI Siap Sambut Kedatangan Chelsea

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memastikan seluruh persiapan untuk menyambut kedatangan tim sepak bola bertaraf internasional, Chelsea Football Club (FC) ke Jakarta telah rampung. Dengan demikian, Chelsea dapat melaksanakan tournya di Indonesia secara maksimal, baik untuk bertanding melawan tim BNI Indonesia All Stars memperebutkan BNI Cup pada 25 Juli 2013 di Gelora Bung Karno, maupun saat bertemu para fans pada kegiatan-kegiatan lain selain pertandingan, mulai 23 Juli 2013.

Direktur Konsumer & Ritel BNI Darmadi Sutanto mengungkapkan, BNI sebagai sponsor utama lebih memprioritaskan para nasabah dan fans Chelsea yang dapat mengakses ketiga perhelatan yang diadakan sebelum hari pertandingan itu.



"Untuk menjaga agar ketiga event tersebut berlangsung dengan lancar dan terkelola dengan baik, BNI memberlakukan Selection Mechanism," ujar Darmadi dalam siaran persnya, Minggu (21/7/2013).
Darmadi menjelaskan mekanisme seleksi yang diberlakukan adalah memberlakukan tiket bagi nasabah dan fans Chelsea yang ingin menyaksikan aktivitas Chelsea FC selain pertandingan bola pada 25 Juli 2013.
"Mekanisme pengenaan tiket ini adalah praktek yang lazim dilakukan di Indonesia pada saat ada tim sepak bola bertaraf internasional melakukan tour ke tanah air," ungkap Darmadi.

Namun demikian dalam rangka menghormati filosofi Chelsea Soccer Club yaitu "Here to play, Here to stay" maka BNI bersama promotor setuju untuk tidak mengenakan biaya alias gratis kepada para undangan.
Oleh karena itu, BNI tetap mengembalikan uang kepada pembeli tiket meet & greet, coaching clinic, maupun jersey signing.

"Refund ini tetap kami lakukan karena kami ingin menghormati filosofi pihak Chelsea," kata Darmadi.
Proses pengembalian uang (refund) tersebut sudah dimulai sejak hari Kamis, 18 Juli 2013, dan diperkirakan sudah selesai seluruh prosesnya pada Selasa, 23 Juli 2013, atau pada saat tim Chelsea tiba di Jakarta. Hingga Sabtu sudah 73 tiket yang dikembalikan uang pembayarannya, baik yang bertransaksi dengan kartu kredit, kartu debit, maupun transfer.

Polisi Bakal Tembak Mati Perampok

Polisi terus bekerja ekstra untuk menjaga keamanan dan ketertiban nasional (kamtibnas) selama Ramadan yang memang terkenal rawan kriminal.

Sebagai upaya antisipasi rawan gangguan kamtibnas, Kapolda Metro Jaya sudah memerintahkan jajarannya untuk menggiatkan razia, patroli, dan memburu para pelaku perampokan yang sudah beraksi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.



Selain membentuk tim pemburu perampokan, Kapolda juga memerintahkan anggota di lapangan untuk menembak mati para perampok, yang saat diringkus melakukan perlawanan dan membahayakan bagi anggota dan masyarakat.

Pihak kepolisian sejak pengalaman terdahulu sudah hafal dan menganalisis berbagai. Pola tindak kejahatan dari para pelaku selama bulan Ramadan.
"Saat puasa, lalu jelang mudik sampai saat mudik memang ada pergeseran kejahatan. Itu sudah kami analisa dan memang setiap tahunnya begitu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Minggu (21/7/2013).

Rikwanto menuturkan, di minggu pertama dan kedua puasa rata-rata kejahatan yang marak yakni pencurian dengan kekerasan seperti todong, rampas dan perampokan.
Lalu bergeser ke minggu ketiga dan keempat jelang mudik lebaran biasanya kejahatan yang muncul yakni pembiusan di terminal, praktik calo tiket, hipnotis hingga gendam.
Barulah saat mudik, muncul kejahatan pencurian rumah-rumah kosong yang ditinggal mudik oleh para penghuninya.

"Untuk pembiusan, gendam, hipnotis biasanya terjadi di terminal, stasiun, dan pelabuhan. Antisipasi itu kami akan membangun pos pengamanan di masing-masing tempat," ungkap Rikwanto.
Sementara untuk praktik calo, kepolisian akan bekerjasama dengan Dishub untuk memberantas aksi para calo. 'Untuk calo kami kerja sama dengan Dishub. Didukung sistem tiket yang sesuai dengan kartu identitas seperti di bandara dan stasiun ini bisa meminimalisasi praktik calo. Kalau untuk angkutan bus memang masih banyak calo," tutur Rikwanto.

KPK Tak Ragu Jerat Boediono Jadi Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji terus mengurai benang kusut dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Karena itu, KPK masih membuka pintu lebar menetapkan lagi tersangka baru jika sudah berhasil mengurai perkara tersebut dari akar hingga hulu.
Menurut Ketua KPK Abraham Samad, pascapenggeledahan di Bank Indonesia beberapa waktu lalu, KPK yakin ada perbuatan melawan hukum dalam perkara tersebut.



"Ada penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang dalam pemberian FPJP dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, yang kemudian diserahkan penanganannya kepada LPS," kata Abraham Samad, Minggu (21/7/2013).

Abraham menilai, dalam perkara tersebut seharusnya seluruh Dewan Gubernur Bank Indonesia saat itu bertanggung jawab. Sebab, jika melihat pada sistem penetapan Peraturan BI (PBI), diduga, PBI itu dirubah agar Bank Century bisa diberikan FPJP.

"Perubahan PBI itu harus melalui Dewan Gubernur, sifatnya kolektif kolegial. Sama dengan KPK kolektif kolegial dalam memutuskan perkara," ujarnya.
Untuk itu, Abraham mengaku, dalam surat perintah penyidikan untuk tersangka Budi Mulya, KPK menyisipkan kata "dan kawan-kawan".

"Kami sudah mengantisipasi kasus ini akan berkembang. Kami memprediksi setelah kasus berjalan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka-tersangka lain," jelasnya.
Karena itu, Abraham menampik pihaknya ketakutan mengusut "warisan perkara" era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Bahkan Abraham mengaku, KPK tidak pernah merasa terhambat, terintervensi, dan tidak ragu untuk memeriksa Wapres Boediono atau pejabat negara lainnya yang diduga mengetahui.
"Jadi tidak ada ketakutan kalau dalam prjalanannya kita menemukan bukti yang akurat dan ada keterlibatan orang lain, sekalipun dia itu Gubernur Bank Indonesia (Boediono), kami akan tetapkan sebagai tersangka," kata Abraham. Seperti diketahui, saat kasus ini bergulir 2008, Gubernur Bank Indonesia masih dijabat oleh Boediono.

Gerindra Bela Blusukan Jokowi

Partai Gerindra membela Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang melakukan blusukan dalam menyelesaikan permasalahan ibu kota. Jokowi dituding memboroskan anggaran dengan melakukan kegiatan tersebut.

"Kok blusukan disebut memboroskan anggaran, tidak masuk akal pernyataan tersebut," kata Anggota Dewan Pembina Gerindra, Martin Hutabarat melalui pesan singkat kepada Tribunnews.com, Minggu (21/7/2013).

Martin mengatakan blusukan merupakan salah satu cara dari cara gaya kepemimpinan untuk mengetahui realitas masalah yang dihadapinya.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, sangat terkenal dengan metode blusukannya. Jokowi, sapaan akrabnya, kerap diberitakan keluar masuk perkampungan di Jakarta.
Namun, berapa sebenarnya biaya yang harus ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk blusukan Jokowi dan Wakilnya Basuki T Purnama?

"Anggaran blusukan Jokowi rata-rata Rp 22 miliar per tahun. Itu dari anggaran penunjang operasional APBD 2013," ujar Direktur Invenstigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi, saat Diskusi Publik dengan tema 'Memberantas Korupsi di Daerah, Tantangan dan Hambatan' di Warung Bumbu Desa, Jakarta, Jumat (19/7/2013).
Jika dikonversi dalam bulanan, Jokowi-Basuki menghabiskan anggaran Rp 2,2 miliar dan Rp 74 juta perhari atau Rp 37 juta setiap orang.



"Satu hari Jokowi-Ahok habiskan Rp 34 juta. Enak kan?" kata Uchok.
Uchok pun menilai pemerintahan Jokowi-Basuki tidak fokus dalam pemberantasan korupsi. Jokowi gemar blusukan, menghabiskan anggaran, namun hasilnya belum terlihat.
"Jokowi kelihatannya bukan untuk memberantas korupsi. Dia fokus pada diri sendiri. Blusukan kemana-mana. Hanya nampang. Harusnya pemberantasan korupsi," sindir Uchok.